“Penguatan Kapasitas Keilmuan: Pelatihan Ilmu Falak untuk Pengurus NU di Bojonegoro”

“Penguatan Kapasitas Keilmuan: Pelatihan Ilmu Falak untuk Pengurus NU di Bojonegoro”

Dalam rangka memperkuat pemahaman keislaman yang berbasis pada ilmu pengetahuan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro melalui Lembaga Falakiyah menggelar pelatihan intensif ilmu falak bagi para pengurus NU di tingkat cabang, majelis wakil cabang (MWC), hingga ranting. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi keilmuan dalam bidang astronomi Islam, tetapi juga menjadi upaya strategis untuk memperkuat otoritas keagamaan NU dalam menentukan waktu-waktu ibadah yang akurat berdasarkan perhitungan ilmiah.

Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari ini diikuti puluhan peserta yang terdiri dari para ustaz, tokoh agama, dan pengurus struktural NU. Mereka dibekali berbagai materi dasar dan lanjutan seputar ilmu falak, mulai dari pengenalan alat rukyat, perhitungan hisab awal bulan hijriyah, penentuan arah kiblat, hingga kajian tentang fenomena gerhana.

Tujuan dan Latar Belakang Pelatihan

Ilmu falak atau astronomi Islam merupakan salah satu cabang ilmu keislaman yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim. Penentuan waktu shalat, awal bulan Ramadan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, hingga arah kiblat, semuanya tidak lepas dari perhitungan falakiyah. Sayangnya, ilmu ini masih belum banyak dikuasai secara mendalam oleh sebagian besar tokoh agama di tingkat lokal.

Atas dasar kebutuhan tersebut, PCNU Bojonegoro merasa perlu menyelenggarakan pelatihan khusus untuk para pengurus NU, agar mereka memiliki kompetensi yang memadai dalam bidang falak. Diharapkan, para peserta pelatihan nantinya dapat menjadi rujukan di lingkungan masing-masing dalam hal penentuan waktu ibadah dan konsultasi falakiyah lainnya.

Materi dan Praktik Lapangan

Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan teori dan praktik. Pada sesi teori, para peserta dikenalkan pada dasar-dasar ilmu falak, seperti sistem kalender hijriyah, perbedaan metode hisab dan rukyat, serta pemanfaatan teknologi modern seperti aplikasi dan perangkat lunak astronomi untuk mempercepat proses perhitungan.

Sesi praktik menjadi bagian yang paling menarik dari pelatihan ini. Para peserta diajak untuk langsung mengamati posisi hilal menggunakan alat seperti teodolit dan teleskop. Selain itu, mereka juga melakukan simulasi penentuan arah kiblat dengan metode bayangan matahari (istikhrājul qiblah) dan menggunakan kompas digital. Praktik ini memberikan pengalaman nyata dan memperkuat pemahaman peserta terhadap teori yang telah disampaikan sebelumnya.

Sinergi antara Tradisi dan Teknologi

Salah satu nilai utama dalam pelatihan ini adalah sinergi antara tradisi Islam dan teknologi modern. Dalam tradisi falakiyah nu, rukyat masih menjadi metode utama dalam penentuan awal bulan hijriyah. Namun, untuk memperkuat validitas rukyat, peserta diajarkan untuk memadukan metode tersebut dengan hisab modern dan data astronomi digital yang kini mudah diakses.

Kegiatan ini membuktikan bahwa NU tidak anti terhadap perkembangan teknologi. Sebaliknya, NU justru mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung keakuratan dalam menjalankan syariat Islam. Dengan pemahaman falak yang kuat, para pengurus NU diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada akar tradisi keagamaan yang kuat.

Dampak Jangka Panjang

Pelatihan ilmu falak ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. PCNU Bojonegoro berencana menjadikannya sebagai program rutin yang terus ditingkatkan kualitasnya. Beberapa peserta yang menunjukkan potensi bahkan akan dilibatkan dalam tim rukyat hilal dan kajian falakiyah tingkat kabupaten.

Dengan semakin banyaknya kader NU yang memahami ilmu falak secara mendalam, diharapkan Bojonegoro bisa menjadi salah satu pusat kajian falakiyah di Jawa Timur. Selain itu, kehadiran tokoh-tokoh lokal yang ahli dalam bidang ini juga akan membantu mencegah polemik penentuan waktu ibadah yang kerap terjadi akibat kurangnya pemahaman teknis di lapangan.

Pelatihan ilmu falak untuk pengurus NU di Bojonegoro merupakan langkah nyata dalam membangun kaderisasi keilmuan yang berorientasi pada penguatan tradisi dan keakuratan ilmu. Melalui pelatihan ini, para pengurus NU tidak hanya dibekali wawasan astronomi Islam, tetapi juga diberdayakan untuk menjadi rujukan keagamaan yang andal di masyarakat. Pelatihan ini membuktikan bahwa penguasaan ilmu falak bukan hanya kebutuhan akademik, tetapi juga keniscayaan dalam menjaga otoritas dan kepercayaan umat.

© 2025 Quảng Cáo Mai Hương. Thiết kế Website bởi Quang Cao Mai Huong.